Berapa Sih Porsi Minum Kopi untuk Jantung Sehat?

Minum kopi telah menjadi kebiasaan yang mengakar dalam berbagai macam budaya, termasuk di Indonesia. Kopi memang diyakini bisa menambah semangat dalam menjalani aktivitas sehari-hari. Di samping itu, juga ternyata dapat mencegah penyakit jantung dan stroke.

Agen Bandarq

Melihat berbagai kebaikannya, konsumsi kopi setiap hari memang tidak ada salahnya. Namun, untuk mendapatkan segudang manfaat yang ditawarkan, kopi tetap harus dikonsumsi dalam batas wajar. Sebab, minuman jenis ini mengandung kafein, yang bila masuk ke tubuh dalam jumlah banyak dapat menyebabkan beragam masalah kesehatan.

Dilansir KlikDokter dari Newsweek, sebuah penelitian menyebut minum empat cangkir kopi dalam sehari dapat memicu proses positif yang mampu melindungi sel-sel jantung.

Para peneliti yang menyelidiki hubungan antara kopi dan kesehatan jantung menemukan fakta bahwa kafein dapat membantu protein p27 untuk mengatur kekuatan sel-sel bernama mitokondria. Protein tersebut mengikat bagian spesifik dari DNA dan memainkan peran dalam bagaimana gen diekspresikan.

Dari situ, dapat dilihat empat cangkir kopi dalam sehari sudah cukup untuk membantu melindungi terjadinya kematian sel dan meningkatkan proses yang membantu organ untuk pulih setelah serangan jantung.

KLICK TULISAN MIRING DI SAMPING INI UNTUK MASUK KEDALAM SITUS JUDI POKER ONLINE TERPERCAYA CROWNQQ  :  AGEN BANDARQ

Penelitian tersebut telah melibatkan berbagai macam objek, seperti tikus, orang prediabetes, dan obesitas. Peneliti mengaku bahwa studi epidemiologi itu sudah melibatkan sekitar 400.000 partisipan.

“Hasil studi harus mengarah pada strategi yang lebih baik untuk melindungi otot jantung dari kerusakan, termasuk pertimbangan konsumsi kopi atau kafein sebagai faktor makanan tambahan pada populasi lansia,” kata salah satu peneliti dari IUF-Leibniz Research Institute for Environmental Medicine di Duesseldorf, Judith Haendeler.

Tak berhenti di situ, Haendeler juga menjelaskan peningkatan mitokondria akibat kafein pada kopi dapat berfungsi sebagai strategi terapi yang potensial. Menurutnya, hal ini tidak berlaku hanya pada jantung saja, melainkan organ penting lainnya