Mengenal Sindrom Moebius, Berwajah seperti Topeng

Ada orang-orang yang berwajah seperti topeng akibat tidak bisa berekspresi. Mati kenali sindrom wajah seperti topeng ini.

Agen Bandarq

Wajah adalah cermin dari hati. Lewat wajah, manusia dapat berekspresi. Perasaan sedih, senang, atau takut dapat terlihat dari ekspresi wajah.

Sayangnya, ada beberapa orang yang tidak dapat mencurahkan ekspresi akibat adanya kelainan medis.

Sindrom wajah seperti topeng dikenal sebagai sindrom Moebius (atau Möbius syndrome). Sindrom Moebius adalah penyakit bawaan lahir atau kongenital yang sangat jarang terjadi. Penderita sindrom ini memiliki kelainan saraf berupa kelemahan atau paralisis pada beberapa saraf wajah.

Saraf yang paling sering terkena pada sindrom Moebius adalah saraf ke-VII dan ke-VI. Akibatnya, penderita tidak dapat mengungkapkan ekspresi wajah seperti tersenyum, cemberut, mengerutkan bibir, menaikkan alis, menutup kelopak mata, dan tidak dapat menggerakan mata ke arah lateral atau luar.

KLICK TULISAN MIRING DI SAMPING INI UNTUK MASUK KEDALAM SITUS JUDI POKER ONLINE TERPERCAYA CROWNQQ  :  AGEN BANDARQ

Gejala Sindrom Moebius

Selain tidak dapat berekspresi, penderita juga dapat mengalami gejala lain seperti:

-Gangguan makan, menelan, dan tersedak
-Mata sensitif atau ulkus kornea karena tidak dapat menyipitkan mata atau berkedip
-Adanya keterlambatan motorik seperti merangkak akibat kelemahan tubuh bagian atas
-Starbismus atau mata juling
-Meneteskan air liur atau ngences (drooling)
-Dagu kecil (micrognathia)
-Mulut kecil (microstomia)
-Langit-langit mulut yang tinggi atau sumbing langit-langit
-Lidah pendek atau cacat sehingga gerakan lidah terbatas
-Masalah gigi
-Daun telinga kecil (microtia) atau tidak ada sama sekali (anotia)
-Gangguan pendengaran
-Gangguan artikulasi atau bicara
-Kelainan garis tengah wajah minor
-Club feet atau congenital talipes equino varus (CTEV)
-Kelainan bentuk tangan atau kaki seperti sindaktili
-Skoliosis
-Kelainan otot dada dan payudara pada satu sisi tubuh
-Gangguan intelektual minor atau autisme

Gejala-gejala di atas membuat sindrom wajah seperti topeng ini menjadi masalah yang cukup serius. Sindrom ini bukan hanya membuat penderitanya tidak dapat berekspresi, tetapi juga dapat memengaruhi kualitas hidup penderita.

Penyebab Sindrom Moebius
Hingga saat ini, penyebab pasti dari sindrom Moebius ini masih belum diketahui. Kemungkinan dapat disebabkan oleh kelainan genetika yang diturunkan secara dominan.

Jadi, jika salah satu orang tua menderita sindrom ini, semua anaknya memiliki kemungkinan 50 persen akan mengalami sindrom Moebius.

Selain itu, salah satu kemungkinan penyebab sindrom Moebius adalah iskemia atau kurangnya aliran darah ke bayi ketika masih di dalam kandungan. Iskemia dapat terjadi akibat faktor lingkungan.

Angka kejadian sindrom Moebius adalah 2 sampai 20 per 1 juta. Perbedaan jenis kelamin tidak memegaruhi angka kejadian sindrom Moebius.

Penanganan Sindrom Moebius
Penanganan sindrom Moebius bervariasi, tergantung dari kelainan yang diderita. Pengobatan melibatkan beberapa ahli dari dokter spesialis bedah plastik, anak, saraf, telinga, hidung, dan tenggorokan (THT), mata, ortopedi, dokter gigi, terapis wicara, dan lainnya.

Operasi dilakukan untuk kelainan saraf yang merupakan kelainan utama dari sindrom Moebius. Operasi pembetulan saraf dilakukan dengan mencangkok saraf atau otot dari area lain tubuh. Salah satu contohnya adalah transfer tendon temporalis ke sudut mulut.

Jika paralisis terjadi pada salah satu sisi wajah, cangkok saraf lintas wajah (cross-facial nerve graft) dari sisi yang normal ke sisi yang kelainan dapat dilakukan.

Operasi senyum atau smile operation juga dapat dilakukan dengan memindahkan sebuah otot dari paha (grasilis) ke wajah dan menghubungkan saraf yang biasanya mengatur otot maseter untuk mengunyah. Smile operation dapat memperbaiki kualitas penderita dalam berbicara dan menggerakkan wajah.

Dalam kehidupan sehari-hari, mereka yang harus hidup dengan sindrom Moebius dapat mengalami hambatan interaksi sosial. Orang-orang yang tidak memiliki pengetahuan tetang sindrom wajah seperti topeng ini dapat menganggap para penderitanya sebagai orang aneh, sehingga rentan terjadi perundungan (bullying) karena keterbatasan fisik mereka dalam mengekspresikan emosi.

Padahal, penderita sindrom ini memiliki kecerdasan normal dan tetap memiliki hati yang murni. Jika Anda mengenal seseorang dengan sindrom ini, tingkatkan rasa empati dan berikan dukungan sosial yang baik demi kualitas hidup mereka.