Wanita Hamil, Berapa Kali Boleh Lakukan Hubungan Seks?

Setelah menikah dan wanita mengalami hamil, seks kerap menjadi salah satu masalah krusial. Beberapa orang menganggap seks tidak bisa dilakukan karena bisa mengganggu pertumbuhan dari janin. Namun, para ahli mengatakan kalau seks bisa dilakukan oleh pasangan asal mematuhi beberapa aturan.

Agen Bandarq

Katakanlah seks bisa dilakukan saat hamil, lantas berapa kali seks bisa dilakukan yang aman dan tidak mengganggu kesehatan pada wanita dan juga janin? Untuk menjawab pertanyaan di atas tidaklah mudah. Ada beberapa faktor khusus pada wanita yang menyebabkan mereka boleh bercinta atau tidak.

Seks dan timester kehamilan
Trimester kehamilan menentukan boleh atau tidaknya aktivitas seks dilakukan dengan kuantitas tinggi atau tidak. Biasanya kondisi wanita dan janin juga menjadi salah satu faktor penentu, seperti dikutip dari doktersehat.com.

Trimester pertama
Trimester pertama biasanya wanita mengalami banyak gangguan pada tubuhnya. Timbulnya janin di dalam rahim kadang membuat mereka merasakan mual yang cukup hebat dan pusing setiap pagi. Kondisi ini diperparah lagi dengan penurunan nafsu makan yang cukup signifikan.

Perasaan lemas dan tidak nyaman ini kerap membuat wanita mengalami penurunan gairah seksual. Mereka akan kerap malas atau bahkan takut karena khawatir dengan janin yang ada di dalam kandungannya akan terganggu.

KLICK TULISAN MIRING DI SAMPING INI UNTUK MASUK KEDALAM SITUS JUDI POKER ONLINE TERPERCAYA CROWNQQ  :  AGEN BANDARQ

Pada trimester pertama ini mungkin seks akan jarang sekali dilakukan, mungkin sekitar seminggu sekali. Kondisi ini biasanya akan membaik dengan sendirinya sehingga yang perlu dilalukan oleh pasangan khususnya pria adalah sabar.

Trimester kedua
Pada trimester kedua ini perut dari wanita akan mulai membesar. Pembesaran ini menyebabkan pria kada kehilangan gairah. Rasa khawatir selalu menyertai mereka sehingga seks tidak bisa dijalankan dengan baik dan maksimal. Kadang pria memilih untuk tidak melakukan seks meski secara fisik wanita tidak memiliki masalah.

Pada fase ini wanita sebenarnya memiliki gairah seksual yang besar. Perubahan pada tubuhnya membuat wanita merasa seksi. Selain itu pembesaran pada payudara dan klitoris menyebabkan rangsangan di area itu bisa berjalan dengan baik. Kalau pasangan memberikan pijatan lembut, wanita bisa saja mendapatkan orgasme.

Oh ya, seks yang dilakukan pada trimester kedua ini mungkin bisa 1-2 kali seminggu. Saat bercinta, wanita juga berkesempatan mendapatkan orgasme berkali-kali dalam satu sesi.

Trimester ketiga
Pada trimester ketiga perut dari wanita semakin membesar dan seks susah dilakukan. Meski demikian, pasangan tetap disarankan melakukannya sekali seminggu untuk membantu wanita dalam melakukan bukaan sebelum melahirkan.

Orgasme dan kesehatan janin
Orgasme bisa terjadi pada wanita meski mereka sedang hamil. Saat mengalami orgasme tubuh wanita akan mengejang dan terjadi kram. Kram ini menyebabkan guncangan pada rahim sehingga beberapa wanita merasakan sensasi seperti mau melahirkan meski usia bayi masih belum matang.

Sensasi orgasme ini hanya akan bertahan selama beberapa saat. Namun, pada wanita yang punya riwayat keguguran atau melakukan persalinan prematur, orgasme tidak disarankan terjadi karena bisa memicu bayi untuk dilahirkan.

Kualitas seks yang utama
Saat hamil, pasangan memang tetap diperbolehkan untuk berhubungan seks. Namun, yang perlu jadi sorotan bukanlah berapa kali mereka harus bercinta seperti saat sedang tidak hamil. Namun, seberapa berkualitasnya seks yang dilakukan oleh pasangan sehingga bisa memberikan kenikmatan pada dua belah pihak.

Seks yang berkualitas adalah seks yang mengakomodasi semua keinginan dan bisa disesuaikan dengan kondisi fisik. Misal dengan penyesuaian posisi atau menggunakan alternatif seks lainnya.

Semoga ulasan di atas bermanfaat dan bisa memberikan gambaran tentang aktivitas seks saat terjadi kehamilan.