Beda dengan Orang Dewasa, Berapa Takaran Ideal Asupan Air Minum Anak?

Anak mesti mendapat asupan air minum yang cukup demi menghindari dehidrasi. Berapa takaran asupan idealnya?

Agen Bandarq

Dehidrasi adalah masalah kesehatan yang dapat menimpa segala usia, termasuk mereka yang masih anak-anak. Atas dasar ini, setiap anak dianjurkan untuk selalu memenuhi kebutuhan cairan tubuhnya setiap hari.

Dehidrasi terjadi ketika cairan dari tubuh lebih banyak mengeluarkan cairan daripada mendapatkannya. Menurut dr Resthie Rachmanta Putri kondisi dehidrasi pada anak bisa menyebabkan beberapa gejala berikut ini:

Buang Air Kecil Lebih Jarang
Dalam keadaan normal, frekuensi anak buang air kecil adalah sebanyak 4–6 kali dalam sehari. Jadi, saat dehidrasi, bisa saja frekuensinya menjadi kurang dari 4 atau bahkan tidak buang air kecil sama sekali.

Warna Urine Lebih Pekat
Urine yang normal berwarna jernih, atau kuning muda. Sedangkan urine yang menjadi pertanda bahwa tubuh kekurangan cairan akan memiliki warna kuning atau kuning pekat.

KLICK TULISAN MIRING DI SAMPING INI UNTUK MASUK KEDALAM SITUS JUDI POKER ONLINE TERPERCAYA CROWNQQ  :  AGEN BANDARQ

Rewel
Pada bayi, tanda kurang cairan sering terlambat dikenali karena mereka belum bisa mengeluh haus atau menyatakan keinginan untuk minum ASI. Namun, bayi yang rewel terus-menerus, merengek, atau menangis dengan air mata yang sedikit bisa menjadi pertanda bahwa ia kurang cairan.

Mata Cekung
Kelopak mata yang terlihat cekung atau mata seperti masuk ke dalam bisa menjadi pertanda adanya dehidrasi.

The European Food Safety Authority (EFSA) membuat sebuah panduan tentang berapa banyak cairan yang diperlukan anak. Secara garis besar, usia 4 hingga 13 tahun harus minum sekitar 6–8 gelas dalam sehari. Sementara itu, anak yang lebih muda membutuhkan porsi yang relatif lebih kecil.

Berikut Rincian Takaran Minum untuk Anak:

-Anak laki-laki dan perempuan berusia 4–8 tahun membutuhkan 1,1 hingga 1,3 liter cairan per hari.
-Anak perempuan berusia 9–13 tahun membutuhkan 1,3 hingga 1,5 liter cairan per hari.
-Anak laki-laki berusia 9–13 tahun membutuhkan 1,5 hingga 1,7 liter cairan per hari.

Selain memperhatikan jumlah, jenis cairan yang diberikan juga tidak boleh luput dari perhatian. Karena, sebaik-baiknya cairan, air putih adalah yang paling baik. Jadi, akan lebih baik jika Anda tidak memberikan air berperasa manis atau asam, termasuk yang mengandung soda pada anak.

“Tidak semua anak menyukai air putih, tetapi minum air putih merupakan kebutuhan yang penting. Karena itu, untuk mencegah kurang minum air putih, bangunlah kebiasaan yang baik pada si Kecil dengan mengonsumsi setidaknya segelas air putih di pagi hari, setiap sesudah makan, dan dua jam sebelum tidur,” kata dr Resthie.

Karena anak-anak tidak selalu mengenali tahap awal kehausan, mereka berisiko mengalami dehidrasi. Bahkan, dehidrasi ringan dapat membuat anak-anak mudah tersinggung, kelelahan, badan lemas, sakit kepala, kurang konsentrasi, dan kulit kering.

Anda tak ingin si Kecil mengalami hal-hal yang mengganggu aktivitas atau proses tumbuh kembangnya, bukan? Jika ya, pastikan dirinya terhindar dari dehidrasi dengan minum air putih dalam jumlah yang cukup setiap hari.