Otot Masih Nyeri, Tetap Boleh Berolahraga?

Ketika mengalami nyeri otot setelah olahraga, orang sering bertanya-tanya; berhenti atau lanjutkan?

Agen Bandarq

Untuk Anda yang baru memulai olahraga atau sudah menjadikan olahraga sebagai rutinitas sehari-hari, nyeri otot tentunya bukan hal yang baru.

Anda bisa merasakannya di paha, betis, punggung, atau bagian tubuh lainnya sehari setelah berolahraga, dan ini dapat berlangsung selama berhari-hari. Alhasil gerak Anda pun menjadi terbatas karena rasa sakit tersebut.

Lalu, ketika mengalami nyeri otot, haruskah Anda berhenti olahraga untuk sementara atau tetap melanjutkannya?

Nyeri otot atau cedera? Sebelum menjawab pertanyaan tersebut, perlu Anda ketahui nyeri otot yang terjadi setelah berolahraga umumnya wajar dan tidak berbahaya.

KLICK TULISAN MIRING DI SAMPING INI UNTUK MASUK KEDALAM SITUS JUDI POKER ONLINE TERPERCAYA CROWNQQ  :  AGEN BANDARQ

Dikutip dari Shape, rasa nyeri tajam dan terbakar yang Anda rasakan 24 hingga 48 jam setelah olahraga intens disebut dengan delayed onset muscle soreness (DOMS).

Ahli fitness dan gizi Harley Pasternak, M.Sc., mengatakan olahraga yang intens akan menciptakan mikrotrauma pada otot sehingga terjadilah DOMS.

“Tapi setelah pulih, otot akan lebih kuat dan padat dari sebelumnya.” Jadi jika Anda sakit paha dan bokong setelah kemarin latihan squats, tak perlu khawatir karena ini merupakan pertanda baik.”

Tapi pastikan nyeri yang Anda alami adalah DOMS dan bukan cedera. “Cara yang baik untuk membedakannya adalah apakah nyeri tersebut memengaruhi kedua sisi,” ujar Pasternak.

Misalnya, jika Anda melakukan angkat beban pada kedua bahu tapi yang sakit malah hanya bahu kiri, itu bisa menjadi indikasi cedera.

“Jika Anda merasakan nyeri di otot, ligamen, dan tendon, itu adalah DOMS dan Anda dapat terus berolahraga di sekitar area tersebut,” kata Pasternak.

Dalam kasus nyeri pada lengan dan bahu, untuk sementara Anda dapat berfokus pada paha depan, perut, atau glutes (otot panggul dan pantat), dan kembali latih tubuh bagian atas dalam beberapa hari.
Dengan begitu, Anda tetap dapat berolahraga dan memberikan waktu pada bagian tubuh yang nyeri untuk pulih.

Untuk mencegah DOMS terulang kembali, Pasternak menyarankan untuk memulai rutinitas olahraga secara perlahan. Hal ini akan membantu otot-otot Anda untuk beradaptasi. Nyeri otot seharusnya berkurang setelah Anda terbiasa dengan volume, intensitas, dan durasi latihan.

Namun jika Anda merasa nyeri tersebut bagian dari cedera, harap waspada. Pendiri LDN Muscle Max Bridger mengatakan kepada Guardian, “Jika nyeri tersebut disertai dengan luka memar atau bengkak, lebih baik segera berhenti berolahraga dan cari bantuan medis.”

Lalu bagaimana jika Anda tidak terlalu merasakan nyeri otot usai berolahraga? “Ini bukan berarti olahraga yang Anda lakukan tidak efektif,” ujar Bridger. Intensitas nyeri yang dirasakan setiap orang berbeda-beda, dan tidak ada kaitannya dengan efektif atau tidaknya sebuah latihan.

Ada banyak cara yang dapat dilakukan untuk mengurangi nyeri otot. Berikut empat kiat dari Pasternak:

Pemanasan
Hal ini akan meningkatkan suhu tubuh sehingga membantu mempersiapkan otot untuk olahraga.
Minum cukup air. Kekurangan elektrolit dapat memicu nyeri otot dan gangguan pada perut.

Kompres Dingin
Menempelkan kompres dingin pada otot yang sedang nyeri dapat menurunkan peradangan.

Lakukan Kardio 
Latihan kardio meningkatkan aliran darah dan membawa nutrisi seperti oksigen, protein, dan besi pada otot-otot yang Anda latih serta membantu pemulihan lebih cepat.

Ketidaknyamanan atau nyeri otot yang terjadi setelah Anda olahraga tak perlu membuat kapok untuk melakukan aktivitas sehat tersebut. Itu pertanda Anda sedang membangun otot dan membakar kalori.