Tubuh Anda Gampang Memar? Kenali 5 Penyebabnya

Memar terjadi saat pembuluh darah kecil yang terletak dekat kulit Anda pecah. Darah yang keluar dari pembuluh darah tersebut akan berkumpul di bawah kulit, sehingga menimbulkan tanda hitam atau biru di permukaan kulit.

Agen Bandarq

Berdasarkan penjelasan dr Kartika Mayasari, memar biasanya muncul saat terkena benturan. Namun, bisa juga timbul karena penyakit tertentu, dan ini terjadi tanpa didahului oleh benturan atau trauma.

Walau bikin nyeri, memar karena terbentur sesungguhnya tidak membahayakan. Anda juga dapat mengatasinya dengan mudah di rumah. Lalu bagaimana bila memar terjadi tanpa benturan, dan frekuensinya cukup sering? Apakah ini menandakan adanya penyakit tertentu?

Dilansir Prevention, berikut lima penyebab memar yang perlu Anda ketahui:

Anda mengonsumsi suplemen atau obat-obatan tertentu
Sejumlah suplemen makanan dapat berkontribusi terhadap memar yang tak jelas penyebabnya, seperti bawang putih, jahe, ginseng, asam lemak omega-3 (minyak ikan), dan vitamin E. Sebaiknya bicarakan dengan dokter sebelum mengonsumsi suplemen apa pun untuk alasan apa pun.

KLICK TULISAN MIRING DI SAMPING INI UNTUK MASUK KEDALAM SITUS JUDI POKER ONLINE TERPERCAYA CROWNQQ  :  AGEN BANDARQ

Konsumsi obat pengencer darah untuk menangani aritmia juga dapat menyebabkan memar. Begitu juga dengan obat-obatan yang dijual bebas di apotek, seperti ibuprofen dan aspirin.

Anda seorang wanita
Mungkin ini terasa tak adil untuk Anda, tapi begitulah adanya. Wanita cenderung lebih mudah memar karena pada dasarnya, pria punya kulit lebih tebal dan lebih banyak kolagen. Kelebihan tersebut dapat menahan pembuluh darah lebih aman di kulit dan melindungi dari segala trauma.

Hormon estrogen pada wanita juga memainkan peran. Penelitian menunjukkan bahwa estrogen mampu bertindak sebagai vasodilator yang membuka pembuluh darah. Saat mengalami trauma atau benturan, darah bisa keluar lebih banyak sebelum bisa menggumpal.

Anda mulai menua
Seiring bertambahnya usia, kulit menjadi lebih tipis dan pembuluh darah menjadi lebih rapuh. Keduanya membuat Anda lebih rentan terhadap memar. Dengan kulit yang menipis, Anda kehilangan lemak dan kolagen yang berperan melindungi pembuluh darah. Selain itu, elastisitas pembuluh darah yang menurun membuatnya mudah rapuh.

Anda memiliki hemofilia
Penyakit hemofilia dan von Willebrand adalah dua kelainan darah yang dapat membuat tubuh mudah memar. Kondisi ini termasuk langka, tetapi dapat memengaruhi kemampuan darah untuk menggumpal dan berisiko mengakibatkan perdarahan hebat meski hanya cedera ringan. Sementara itu, von Willebrand lebih umum terjadi dan lebih ringan daripada hemofilia.

Anda kekurangan vitamin
Kekurangan vitamin C dan vitamin K juga dapat memicu terjadinya memar. Namun jika Anda tinggal di negara maju dan memiliki akses makanan sehat yang rutin, hal ini mungkin tidak berlaku untuk Anda. Kondisi defisiensi ini umumnya terjadi di negara-negara berkembang yang mayoritas penduduknya mengalami kekurangan gizi.

Menurut dr. Kartika, Anda dapat mengatasi memar dengan metode RICE (singkatan dari Rest, Ice, Compression, dan Elevate). Tindakan yang bisa Anda lakukan adalah sebagai berikut:

Rest
Istirahatkan bagian tubuh Anda yang memar, terutama jika memar sangat luas. Boleh digerakkan asal jangan terlalu berlebihan.

Ice
Kompres dingin akan mengurangi rasa nyeri dan pembengkakan. Lakukan selama 10-20 menit sebanyak 3 atau 4 kali sehari, terutama 72 jam pertama. Setelah 72 jam dari kejadian, bisa Anda kompres kembali tetapi dengan air yang hangat.

Compression
Berikan tekanan dengan membungkus bengkak dengan perban elastis. Namun ingat, ini hanya boleh dilakukan jika memar tersebut sangat luas serta terletak di bagian ekstremitas (tangan atau kaki).

Elevate
Naikkan kaki sehingga letaknya lebih tinggi dari jantung untuk mengurangi pembengkakan. Cara ini dilakukan jika anggota tubuh yang memar adalah bagian ekstremitas, khususnya kaki.

Untuk kebanyakan kasus, memar dapat hilang sendirinya tanpa penanganan khusus. Tapi Anda dapat mengatasi memar dengan metode RICE di atas, terutama jika bengkak dan sakit. Apabila Anda merasa memar tersebut disebabkan obat-obatan tertentu, konsultasikan kepada dokter Anda. Nantinya dokter Anda dapat membantu memodifikasi pengobatan.

Selain itu, jika memar sering muncul dan disertai dengan perdarahan, misalnya dari urine, hal itu dapat mengindikasikan adanya kondisi yang serius. Jangan ragu untuk memeriksakan diri Anda ke dokter.